Selasa, 29 April 2008

My Sirius

Akhirnya malam datang lagi,
Ku melihat ke langit, tempat dimana ku bisa melihat Sirius ku.
Ya, dia disana, dia ada
Ku menyapanya, dia hanya tersenyum kecil,
Oh..bukan senyum itu yang ku rindukan, bukan,
Ku mulai bercerita, dia hanya diam,
Sesekali dia menimpali, singkat,
Ku mulai gelisah,
Ku diam, menunggu bintang ku ini bercerita,
Tapi dia hanya diam, ku lebih gelisah,
Ada apa dengannya? Kenapa hanya diam?
Terlalu lelahkah dia?

Kadang dia tertawa kecil, ya tawa itu, aku rindu.
Tapi bukan, bukan yang seperti itu,
Kenapa dia? Terlalu lelahkah dia?
Aku masih menunggunya dengan cemas dan penuh harap,
Menunggu cerita mengalir dari bibirnya,
Bintangku ini selalu punya banyak cerita,
Kenapa sekarang hanya diam?
Aku rindu dibuatnya tertawa oleh ceritanya,
Rindu dibuatnya cemberut, kemudian menangis sambil tertawa,
Aku rindu dia menggoda ku
Aku rindu ceritanya,
Aku rindu kata-katanya "sini-sini aku ceritain..."
Aku rindu ceritanya menghantar tidurku,
Tapi kenapa dia diam? Terlalu lelahkah dia?
Dan disetiap malam-malam ku kini, ku selalu menunggu,
Aku sangat merindukan cerita dari bintang ku,
Tapi kenapa dia hanya diam?

Tidak ada komentar: